Wednesday, 4 January 2012

Selamat tahun baru Indonesia

Happy New Year 2012! Awal tahun biasanya menjadi sebuah lembaran kehidupan baru bagi banyak orang. Sebagian besar membuat new year resolutions untuk dapat memperbaiki diri dan meraih mimpi di tahun yang baru dimulai. Tidak lepas dari Indonesia, sudah sepatutnya negara ini membuat new year resolutions untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin rumit.

Mungkin banyak media sudah menjelaskan bahwa tahun 2012 merupakan tahun penuh tantangan bagi Indonesia. Salah satunya adalah melambatnya ekonomi global: belum pulihnya Amerika Serkat dari krisis 2008 dan terjadinya krisis baru (mata uang dan public debt) di Eropa. Seperti apa yang dikatakan sebagian besar media, saya setuju bahwa ini akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia (walaupun mungkin tidak terlalu besar).

Oleh karena itu, jika berbicara tentang new year resolutions, saya lebih tertarik mendiskusikan permasalahan ekonomi dalam negeri Indonesia yang sudah ada dari masa ke masa. Saya rasa sudah saatnya kita menangani permasalahan kita dengan serius agar kita bisa mendapatkan momentum pertumbuhan ekonomi. Apalagi kita sudah mendapatkan investment grade di akhir tahun 2011 kemarin. Akan sangat disayangkan bila kita gagal menggunakan kesempatan ini dan membiarkan para investor terlepas dari genggaman kita.

Masalah klasik
Salah satu tantangan utama perekonomian Indonesia, yang telah menjadi masalah klasik, adalah birokrasi. Sebagai contoh, rata-rata untuk memulai sebuah bisnis di Indonesia memakan waktu lebih dari 5 bulan. Sedangkan di Hong Kong hanya memakan waktu rata-rata 5 hari. Perbandingan ini jelas bahwa rumit dan panjang nya proses birokrasi di Indonesia merupakan disincentive untuk mengundang para investor asing. Masalah birokrasi lainnya adalah peraturan pemerintah pusat dan daerah yang sering tidak synchronised, sehingga sering membingungkan pihak pengusa di Indonesia.

Masalah klasik lainnya adalah lemahnya daya serap APBN kita. Pada tahun 2011 kemarin penyerapan APBN kita hanya sekitar 97.5% dan terjadi penumpukan di bulan desember. Kasus yang serupa juga terjadi di tahun 2010 dan di tahun tahun sebelumnya. Tidak maksimalnya penyerapan APBN ini tentu membuat pertumbuhan perekonomian kita juga tidak maksimal, karena banyaknya program-program pembangunan negara yang tidak terlaksana.

Infrastruktur juga menjadi salah satu kendala utama. Seperti yang kita ketahui, baiknya infrastruktur adalah salah satu nilai kuat untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia. Dengan didapatkannya investment gradei dari Fitch Ratings Agency, kita harus memperbaiki sarana infrastruktur di seluruh negeri. Baik itu jalan tol, pelabuhan maupun lapangan udara. Menurut kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tekonologi (BPPT), Marzan Iskandar, kualitas infrastruktur kita berada di peringkat 6 untuk kawasan ASEAN dan 57 dunia. Buruknya kualitas infrastruktur ini menghambat produksi karena tinggi nya biaya logistik (hingga 20%-30% biaya produksi). Rubuhnya jembatan di Kalimantan Timur pada akhir tahun lalu tentunya dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa pengadaan sarana infrastruktur di Indonesia masih jauh dari maksimal. Bila hal-hal seperti ini terjadi lagi di masa yang akan datang, ini tidak hanya mempermalukan negara kita saja, namun juga membuat investasi enggan untuk masuk ke negara kita.

Langkah yang diambil pemerintah
Untuk menghadapi masalah-masalah "klasik" yang sudah saya sebutkan di atas, pemerintah mengambil beberapa langkah-langkah untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi permasalahan tersebut. Mengenai APBN, pemerintah akan melakukan koordinasi penyerapan anggaran agar APBN 2012 dapat terserap lebih baik lagi. Dari sektor infrastruktur, saya baca di harian Bisnis Indonesia edisi 3 Januari 2012, bahwa pemerintah akan mengalokasikan sisa APBN 2011 untuk pembangunan infrastruktur. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif pajak ke 129 sektor usaha, termasuk infrastruktur, agroindustri dan energi.

Langkah lain yang diambil pemerintah adalah pencabutan subsidi BBM yang akan dimulai secara bertahap di tahun 2012 ini. Walaupun cukup banyak mengundang kontroversi (seperti bakal naiknya inflasi dll), menurut saya langkah ini sudah cukup tepat, selama dana subsidi ini bisa dialokasikan tepat sasaran secara efektif dan efisien untuk pembangunan negara (seperti pembangunan infrastruktur, sekolah dll). Harga BBM di Indonesia relatif sangat murah jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Selain itu, subsidi BBM kebanyakan hanya menguntungkan kalangan menengah ke atas. Walaupun harus diakui dampak ini juga akan berdampak kepada UKM sehingga imbasnya dapat menaikkan inflasi, saya percaya BI akan dapat mengatasi hal ini melihat BI dapat menahan inflasi tahun 2011 cenderung stabil dan di bawah target inflasi.

Singkatnya, kebanyakan hambatan yang dihadapi negara kita adalah masalah-masalah klasik yang sudah dihadapi dari masa ke masa. Kabar baiknya, pada tahun 2012 ini pemerintah akan banyak mengambil langkah positif untuk menangani masalah tersebut. Yang kita harapkan adalah, agar perencanaan ini dapat terimplementasikan dengan baik (alias bukan rencana belaka seperti yang sering terjadi di negara kita ini). Pelaksanaan program-program ini tidak hanya harus terselesaikan tepat waktu, namun juga harus tepat sasaran. Sebagai contoh, walaupun pemerintah sudah pernah memberikan fasilitas tax holiday, namun pelaksanaannya tidak sesuai harapan karena cost yang dikeluarkan perusahaan lebih banyak dari benefit yang didapat. Contoh lainnya adalah mengganti pembangunan jembatan selat sunda (JSS) yang tidak mendesak dengan membangun saran infrastruktur lain seperti pelabuhan, jalan dan perbaikan lapangan udara yang jelas lebih mendesak dan bermanfaat. Oleh karena itu, mari kita harap agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang karena kita tidak boleh kehilangan momentum pertumbuhan perekonomian yang sudah ada di depan mata. Dan marilah kita, dari setiap golongan masyarakat, untuk mendukung program-program pemerintah yang positif untuk membangun bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment